Minggu, 10 Maret 2013

KEWIRAUSAHAAN dan MANAJEMEN

A.    KEWIRAUSAHAAN DAN MANAJEMEN
Kewirausahaan versus Manajemen.
a.       Menurut Paul H. Wilken, kewirausahaan mencakup upaya mengawali perubahan dalam produksi, sedangkan manajeen menyakup koordinasi proses produksi yang sudah berjalan.
b.      Menurut Peter Drucker, kewirausahaan berkaitan dengan perubahan. “kewirausahaan melihat perubahan sebagai suatu norma yang sehat. Wirausahawan selalu mencari perubahan, menanggapi perubahan itu dan memanfaatkan sebagai suatu kesempatan”
c.       Schumpeter mengartikan kewirausahaan sebagai seluruh proses dari perubahan ekonomi tergantung pada orang yang membuatnya. Schumpeter mengartikan kewirausahaan sebagai seluruh proses dari perubahan ekonomi tergantung pada orang yang membuatnya.
                        Kewirausahaan adalah  kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses dan proses berkreasi dengan menambah nilai sesuatu yang dicapai melalui usaha keras dan waktu yang tepat. Jadi entrepreneur atau kewirausahaan adalah merupakan proses menciptakan sesuatu yang berbeda dengan mengabdikan seluruh waktu dan tenaganya disertai dengan menanggung resiko keuangan, kejiwaan, sosial, dan menerima balas jasa dalam bentuk uang dan kepuasan pribadinya.
Kewirausahawan bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan secara umum meningkatkan harkat dan martabat pribadi wirausahawan serta bangsa dan negara, dengan pengetahuan tersebut diharapkan akan semakin banyak warga negara Indonesia khususnya mahasiswa yang terjun dalam dunia usaha, namun perlu diperhatikan dalam berusaha harus mengedepankan kejujuran, sehingga apa yang dihasilkan dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.
            Pengertian kewirausahaan menurut para ahli:
a.       Zimmerer (1996), kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan.
b.      Richard Cantillon (1973), kewirausahaan didefinisikan sebagai bekerja sendiri (self-employment)
c.       Norman M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993), kewirausahaan merupakan proses menciptakan sesuatu yang berbeda dengan mengabdikan seluruh waktu dan tenaganya disertai dengan menanggung resiko, keuangan, kejiwaan, sosial dan menerima balas jasa dalam bentuk uang dan kepuasan pribadinya.
Kewirausahaan mempuyai 4 manfaat sosial, yaitu :
a.       Kewirausahaan memperkuat pertumbuhan ekonomi.
Satu ahli ekonomi yang menyatakan bahwa perusahaan baru dan kecil tampaknya dapat menyediakan pekerjaan baru dalam ekonomi kita. Namun ada juga yang berpendapat bahwa tidak semua bisnis kecil menciptakan lapangan pekerjaan. Pencipta lapangan kerja adalah perusahan baru yang berkembang cepat pada usia mudanya.
b.      Meningkatkan produktifitas.
Yaitu kemampuan untuk menghasilkan lebih banyak barang dan jasa dengan tenaga kerja dan input yang lain yang lebih sedikit. Dua kunci untuk produktifitas yang tinggi adalah penelitian dan pengembangan (Litbang) dan investasi dalam pabrik dan mesin baru.
c.       Menciptakan teknologi, produk dan jasa baru.
Konsekuensi lain dari asosiasi antara kewirausahaan adalah peran yang dimainkan wirausahawan dalam memajukan teknologi, produk, dan jasa yang inovatif. Banyak orang yang telah mengembangkan teknologi atau jasa baru adalah karyawan dari perusahaan besar yang menolak penemuan yang sudah ada dan memaksa penemu menjadi wirausahawan.
d.      Mengubah dan meremajakan persaingan pasar.
Bisnis kecil diciptakan oleh wirausahawan sebagai agen perubahan dalam ekonomi pasar dan daya saing dalam bisnis.
Wirausahawan mempunyai 2 Faktor yaitu :
1.      Faktor psikologi, antara lain :
a.       Kebutuhan untuk berprestasi.
Wirausahawan mempunyai kebutuhan untuk berprestasi yang tinggi
b.      Letak kendali.
Setiap wirausahawan harus mengendalikan hidup mereka sendiri bukan berdasarkan keberuntungan atau nasib.



c.       Toleransi terhadap resiko.
Wirausahawan harus berani mengambil resiko untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
d.      Toleransi terhadap keragu-raguan.
Wirausahawan lebih banyak menghadapi keragu-raguan dalam menjalankan usahanya karena untuk pertama kalinya dilakukan.
e.       Tingkah laku tipe A.
Wirausahawan berani melakukan lebih banyak dengan waktu yang lebih sedikit walaupaun ditentang oleh orang lain.

2.      Faktor sosiologi, biasanya meliputi :
a.       Ras
b.      Etnik
c.       Seksual

Hambatan terhadap kewirausahaan:
a.       Kurang konsep yang layak untuk berhasil
b.      Kurang mengenal pasar
c.       Kurang ketrampilan teknis
d.      Kurang modal awal
e.       Kurang memahami seluk beluk bisnis
f.       Mudah merasa puas dan tidak termotivasi
g.      Kelemahan sosial
h.      Pekerjaan “terkunci” “Borgol Emas”
i.        Tekanan waktu, gangguan
j.        Hambatan legal, peraturan dan birokrasi
k.      Proteksionisme, monopoli
l.        Larangan paten

                        Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan da pengawasan terhadap upaya-upaya yang dilakukan anggota organisasi dan penggunaan segala macam sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan organisasi. (James A.F. Stoner, 1992:8)
            Manajemen kewirausahaan menyangkut semua kekuatan perusahaan yang menjamin bahwa usahanya betul-betul eksis.
Seorang wirausaha harus memiliki empat kompetensi, di antaranya :
a.       Fokus dengan pasar, bukan pada teknologi
b.      Buat ramalan pendanaan untuk menghindari tidak terbiayainya perusahaan
c.       Bangun tim manajemen, bukan menonjolkan perorangan
d.      Beri peran tertentu, khusus bagi wirausaha penemu.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar